Day & Date :



   


Galery
Link kawan

  • rere

  • bulu


  • eijeisan

  • aanx

  • hani


  • If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



    rss feed



    Friday, October 31, 2008
    PILIH YANG MANA ?

    Tatkala masih di bangku sekolah, aku hidup bersama kedua orangtuaku
    dalam lingkungan yang baik. Aku selalu mendengar doa ibuku saat pulang dari keluyuran dan begadang malam. Demikian pula ayahku, ia selalu dalamnshalatnya yang panjang. Aku heran, mengapa ayah shalat begitu lama,apalagi jika saat musim dingin yang menyengat tulang.Aku sungguh heran, bahkan hingga aku berkata kepada diri sendiri :

    "Alangkah sabarnya mereka…setiap hari begitu… benar- benarmengherankan!

    "Aku belum tahu bahwa disitulah kebahagiaanorang mukmin dan itulah
    shalat orang orang pilihan. Mereka bangkit dari tempat tidurnya untuk munajat kepada Allah.

    Setelah menjalani pendidikan militer, akutumbuh sebagai pemuda yang matang. Tetapi diriku semakin jauh dari Allah padahal berbagai nasehatselalu kuterima dan kudengar dari waktu ke waktu. Setelah tamat dari pendidikan, aku ditugaskan di kota yang jauh dari kotaku.

    Perkenalanku dengan teman-teman sekerja membuatku agak ringan menanggung beban sebagai orang terasing.Disana, aku tak mendengar lagi suara bacaan Al-Qur'an. Tak ada lagisuara ibu yang membangunkan dan menyuruhku shalat. Aku benar-benar hidup sendirian, jauh dari lingkungan keluarga yang dulu kami nikmati. Akuditugaskan mengatur lalu lintas di sebuah jalan tol… Di samping menjaga keamanan jalan,tugasku membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan.

    Pekerjaan baruku sungguh menyenangkan. Aku lakukantugas- tugasku denga semangat dan dedikasi tinggi.

    Tetapi, hidupku bagai selalu diombang-ambingkan ombak. Aku bingung dan
    sering melamun sendirian … banyak waktu luang … pengetahuanku terbatas.

    Aku mulai jenuh … tak ada yang menuntunku di bidang agama. Aku sebatang kara. Hampir tiap hari yang kusaksikan hanya kecelakaan dan orang-orang yang mengadu kecopetan atau bentuk-bentuk penganiayaan lain.

    Aku bosan dengan rutinitas. Sampai suatu hari terjadilah sebuah
    peristiwa yang hingga kini tak pernah aku lupakan.Ketika itu, kami dengan seorang kawan sedang bertugas disebuah pos jalan.

    Kami asyik ngobrol … tiba-tiba kami dikagetkan oleh suara benturan yang amat keras. Kami mengedarkan pandangan. Ternyata, sebuah mobilbertabrakan dengan mobil lain yang meluncur dari arah yang berlawanan.Kami segera berlari menuju tempat kejadian untuk menolong korban.Kejadian yang sungguhtragis.

    Kami lihat dua awak salah satu mobil dalam kondisi kritis. Keduanyasegera kami keluarkan dari mobil lalu kami bujurkan di tanah. Kami cepat-cepat menuju mobil
    satunya. Ternyata pengemudinya telah tewas dengan amat mengerikan.

    Kami kembali lagi kepada dua orang yang berada dalam kondisi koma.Temanku menuntun mereka mengucapkan kalimat syahadat. Ucapkanlah
    "Laailaaha Illallaah … Laailaaha Illallaah .." perintah temanku.Tetapi sungguh mengerikan, dari mulutnya malah meluncur lagu-lagu. Keadaan itu membuatku merinding.

    Temanku tampaknya sudah biasa menghadapi orang-orang yang sekarat…Kembali ia menuntun korban itu membaca syahadat. Aku diam membisu. Aku tak berkutik dengan pandangan nanar. Seumur hidupku, aku belum pernah menyaksikan orang yang sedang sekarat, apalagi dengan kondisi seperti ini.

    Temanku terus menuntun keduanya mengulang-ulang bacaan syahadat. Tetapi …. keduanya tetap terus saja melantunkan lagu. Tak ada gunanya … Suara lagunya terdengar semakin melemah … lemah dan lemah sekali. Orang pertama diam, tak bersuara lagi, disusul orang kedua. Tak ada gerak …. keduanya telah meninggal dunia. Kami segera membawa mereka ke dalam mobil. Temanku menunduk, ia tak berbicara sepatahpun. Selama perjalanan hanya ada kebisuan. Hening…
    > Kesunyian pecah ketika temanku mulai bicara.Ia berbicara tentang hakikat kematian dan su'ul khatimah (kesudahan
    yang buruk).

    Ia berkata "Manusia akan mengakhiri hidupnya dengan baik atau buruk..
    Kesudahan hidup itu biasanya pertanda dari apa yang dilakukan olehnyaselama di dunia.
    "Ia bercerita panjang lebar padaku tentang berbagai kisah yang diriwayatkan dalam buku-buku islam. Ia juga berbicara bagaimanaseseorang akan mengakhiri hidupnya sesuai dengan masa lalunya secara lahir batin.

    Perjalanan kerumah sakit terasa singkat oleh pembicaraan kami tentang kematian. Pembicaraan itu makin sempurna gambarannya tatkala ingat bahwa kami sedang
    membawa mayat. Tiba-tiba aku menjadi takut mati. Peristiwa ini benar-benar memberi pelajaran berharga bagiku. Hari itu, aku shalat khusyu' sekali.

    Tetapi perlahan-lahan aku mulai melupakan peristiwa itu. Aku kembali pada kebiasaanku semula … Aku seperti tak pernah menyaksikan apa yang menimpa dua orang yang tak kukenal beberapa waktu yang lalu. Tetapi sejak saat itu, aku memang benar-benar menjadi benci kepada yang namanya
    lagu-lagu. Aku tak mau tenggelam menikmatinya seperti sedia kala.Mungkin itu ada kaitannya dengan lagu yang pernah kudengar dari dua orang yang sedang sekarat dahulu. Kejadian yang menakjubkan !

    Selang enam bulan dari peristiwa mengerikan itu …. sebuah kejadian menakjubkan kembali terjadi di depan mataku. Seseorang mengendaraimobilnya dengan pelan, tetapi tiba-tiba mobilnya mogok di sebuahterowongan menuju kota. Ia turun dari mobilnya untuk mengganti banyangkempes. Ketika ia berdiri dibelakang mobil untuk menurunkan ban serep,tiba-tiba sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menabraknya dari arah belakang. Lelaki itupun langsung tersungkur seketika.

    Aku dengan seorang kawan, bukan yang menemaniku pada peristiwa pertama cepat-cepat menuju tempat kejadian. Dia kami bawa dengan mobil dan segera pula kami
    menghubungi rumah sakit agar langsung mendapat penanganan. Dia masih sangat muda, wajahnya begitu bersih.Ketika mengangkatnya ke mobil, kami berdua cukup panik,sehingga tak sempat memperhatikan kalau ia menggumamkan sesuatu. Ketika
    kami membujurkannya di dalam mobil, kami baru bisa membedakan suara yang
    keluar dari mulutnya.ia melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an… dengan suara amat lemah. "Subhanallah ! dalam kondisi kritis seperti itu ia masih sempat
    melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an ? Darah mengguyur seluruh pakaiannya,
    tulang-tulangnya patah, bahkan ia hampir mati. Dalam kondisi seperti itu, ia terus melantunkan ayat-ayat Al-Qur'an dengan suaranya yang merdu.

    Selama hidup, aku tak pernah mendengar bacaan Al-Qur'an seindah itu.Dalam batin aku bergumam sendirian "Aku akan menuntunnya membaca syahadat sebagaimana yang dilakukan oleh temanku terdahulu… apalagi aku sudah punyapengalaman. " aku meyakinkandiriku sendiri. Aku dan kawanku seperti terhipnotis mendengarkan suara bacaan Al-Qur'an yang merdu itu.

    Sekonyong-konyong sekujur tubuhku merinding, menjalar dan menyelusup kesetiap rongga. Tiba-tiba, suara itu terhenti. Aku menoleh kebelakang. Kusaksikan dia mengacungkan jari telunjuknya lalu bersyahadat. Kepalanya terkulai, aku melompat ke belakang.

    Kupegang tangannya, degup jantungnya, nafasnya, tidak ada yang terasa.
    Dia telah meninggal. Aku lalu memandanginya lekat-lekat, air mataku menetes, kusembunyikan tangisku, takut diketahui kawanku.

    Kukabarkan kepada kawanku kalau pemuda itu telah meninggal. Kawanku tak kuasa menahan tangisnya. Demikian pula halnya dengan diriku. Aku terus
    menangis air mataku deras mengalir. Suasana dalam mobil betul-betul sangat mengharukan. .Sampai di rumah sakit …..Kepada orang-orang di
    sana, kami mengabarkan perihal kematian pemuda itu dan peristiwa menjelang kematiannya yang menakjubkan. Banyak orang yang terpengaruh dengan kisah kami, sehingga tak sedikit yang meneteskan air mata.

    Salah seorang dari mereka, demi mendengar kisahnya, segera menghampiri jenazah dan mencium keningnya. Semua orang yang hadir memutuskan untuktidak beranjak sebelummengetahui secara pasti kapan jenazah akan dishalatkan. . Mereka ingin memberi penghormatan terakhir kepada jenazah. Semua ingin ikut menyolatinya. Salah seorang petugas rumah sakit menghubungi rumah almarhum. Kami ikut mengantar jenazah hingga ke rumah keluarganya. ..

    Salah seorang saudaranya mengisahkan, ketika kecelakaan, sebetulnyaalmarhum hendak menjenguk neneknya di desa. Pekerjaan itu rutin ia lakukan setiap hari senin. Disana almarhum juga menyantuni para janda, anak yatim dan orang-orang miskin.
    Ketika terjadi kecelakaan, mobilnya penuh dengan beras,gula,buah- buahan danbarang-barang kebutuhan pokok lainnya. Ia juga tak lupa membawa buku-buku agama dan kaset-kaset pengajian. Semua itu untuk dibagi-bagikan kepada orang-orang yang dia santuni. Bahkan juga membawa permen untuk dibagikan kepada anak-anak kecil.
    >
    Bila tiba saatnya kelak, kita menghadap Allah Yang Perkasa. hanya ada
    satu harap, semoga kita menjadi penghuni surga. Biarlah dunia jadi kenangan, juga langkah-langkah kaki yang terseok, di sela dosa dan pertaubatan.

    Hari ini, semoga masih ada usia, untuk mengejar surga itu, dengan
    amal-amal yang nyata : "memperbaiki diri dan mengajak orang lain "

    Allah Swt berfirman: "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh
    ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. " (QS.Al-Imran: 185)
    >
    Rasulullah Saw telah mengingatkan dalam sabdanya, "Barangsiapa yanglambat amalnya, tidak akan dipercepat oleh nasabnya."

    Saudaraku, siapa yang tau kapan, dimana, bagaimana, sedang apa, kita menemui tamu yang pasti menjumpai kita, yang mengajak menghadap AllahSWT.Orang yang
    cerdik dan pandai adalah yang senantiasa mengingat kematian
    dalam waktu-waktu yang ia lalui kemudian melakukan persiapan persiapan
    untuk menghadapinya.

    Note : amalkanilmu, sampaikan walau satu ayat, salah satu amalan yang
    terus mengalirwalau seseorang sudah mati adalah ilmu yang bermanfaat.

    Begitulah hendaknya engkau nasehati dirimu setiap hari karena engkau
    tidak menyangka mati itu dekat kepadamu bahkan engkau mengira engkau
    mungkin hidup lima puluh tahun lagi, Kemudian engkau menyuruh dirimu berbuat taat, sudah pasti dirimu tidak akan patuh kepadamu dan pasti ia
    akan menolak dan merasa berat untukmengerjakan ketaatan.

    Nasehat ini terutama untuk diri saya sendiri, dan saudara-saudaraku
    seiman pada umumnya.

    Orang Cerdas Adalah Orang Yang Mengingat Akan Kematian,
     
    Sumber : milis mualaf indonesia

    Posted at 12:55 pm by creepeac
    kasih komentar  

    Tuesday, September 23, 2008
    Bila Al Quran bisa bicara

    Suatu sore, ditahun 1525. Penjara tempat tahanan orang-orang di situ
    serasa
    hening mencengkam. Jendral Adolf Roberto, pemimpin penjara yang
    terkenal
    bengis, tengah memeriksa setiap kamar tahanan.

    Setiap sipir penjara membungkukkan badannya rendah-rendah ketika
    'algojo
    penjara' itu berlalu di hadapan mereka. Karena kalau tidak, sepatu
    'jenggel' milik tuan Roberto yang fanatik Kristen itu akan mendarat
    di
    wajah mereka.

    Roberto marah besar ketika dari sebuah kamar tahanan terdengar
    seseorang
    mengumandangkan suara-suara yang amat ia benci. "Hai...hentikan suara
    jelekmu! Hentikan...! " Teriak Roberto sekeras-kerasnya sembari
    membelalakan
    mata.
    Namun, apa yang terjadi? Laki-laki di kamar tahanan tadi tetap saja
    bersenandung dengan khusyu'nya. Roberto bertambah berang.

    'Algojo penjara' itu menghampiri kamar tahanan yang luasnya tak lebih
    sekadar cukup untuk satu orang. Dengan congkak ia menyemburkan
    ludahnya ke
    wajah renta sang tahanan yang keriput hanya tinggal tulang. Tak puas
    sampai
    di situ, ia lalu menyulut wajah dan seluruh badan orang tua renta itu
    dengan rokoknya yang menyala.

    Sungguh ajaib... Tak terdengar secuil pun keluh kesakitan. Bibir yang
    pucat
    kering milik sang tahanan amat gengsi untuk meneriakkan kata, "Rabbi,
    waana'abduka. .." Tahanan lain yang menyaksikan kebiadaban itu
    serentak
    bertakbir sambil berkata, "Bersabarlah wahai ustadz...Insya Allah
    tempatmu
    di Syurga."

    Melihat kegigihan orang tua yang dipanggil ustadz oleh sesama
    tahanan,
    'algojo penjara' itu bertambah memuncak amarahnya. Ia memerintahkan
    pegawai
    penjara untuk membuka sel, dan ditariknya tubuh orang tua itu
    keras-keras
    hingga terjerembab di lantai. "Hai orang tua busuk! Bukankah engkau
    tahu,
    aku tidak suka bahasa jelekmu itu?!
    Aku tidak suka apa-apa yang berhubung dengan agamamu!
    Ketahuilah orang tua dungu, bumi Spanyol ini kini telah berada dalam
    kekuasaan bapak kami, Tuhan Yesus.
    Anda telah membuat aku benci dan geram dengan 'suara-suara' yang
    seharusnya
    tak pernah terdengar lagi di sini. Sebagai balasannya engkau akan
    kubunuh.
    Kecuali, kalau engkau mau minta maaf dan masuk agama kami."

    Mendengar "khutbah" itu orang tua itu mendongakkan kepala, menatap
    Roberto
    dengan tatapan tajam dan dingin. Ia lalu berucap, "Sungguh...aku
    sangat
    merindukan kematian, agar aku segera dapat menjumpai kekasihku yang
    amat
    kucintai, Allah. Bila kini aku berada di puncak kebahagiaan karena
    akan
    segera menemuiNya, patutkah aku berlutut kepadamu, hai manusia busuk?
    Jika
    aku
    turuti kemauanmu, tentu aku termasuk manusia yang amat bodoh."

    Baru saja kata-kata itu terhenti, sepatu lars Roberto sudah mendarat
    diwajahnya. Laki-laki itu terhuyung. Kemudian jatuh terkapar di
    lantai
    penjara dengan wajah bersimbah darah. Ketika itulah dari saku baju
    penjaranya yang telah lusuh, meluncur sebuah 'buku kecil'. Adolf
    Roberto
    bermaksud memungutnya. Namun,tangan sang Ustadz telah
    terlebih dahulu mengambil dan menggenggamnya erat-erat. "Berikan buku
    itu,
    hai laki-laki dungu!" bentak Roberto. "Haram bagi tanganmu yang kafir
    dan
    berlumuran dosa untuk menyentuh barang suci ini!" ucap sang ustadz
    dengan
    tatapan menghina pada Roberto. Tak ada jalan lain, akhirnya Roberto,
    mengambil jalan paksa untuk mendapatkan buku itu.

    Sepatu lars berbobot dua kilogram itu ia gunakan untuk menginjak
    jari-jari
    tangan sang ustadz yang telah lemah. Suara gemeretak tulang yang
    patah
    terdengar menggetarkan hati. Namun tidak demikian bagi Roberto.
    Laki-laki bengis itu malah merasa bangga mendengar gemeretak tulang
    yang
    terputus. Bahkan 'algojo penjara'itu merasa lebih puas lagi ketika
    melihat
    tetesan darah mengalir dari jari-jari musuhnya yang telah hancur.

    Setelah tangan renta itu tak berdaya, Roberto memungut buku kecil
    yang
    membuatnya penasaran. Perlahan Roberto membuka sampul buku yang telah
    lusuh. Mendadak algojo itu termenung. "Ah...sepertinya aku pernah
    mengenal
    buku ini. Tapi kapan? Ya, aku pernah mengenal buku ini." suara hati
    Roberto
    bertanya-tanya.

    Perlahan Roberto membuka lembaran pertama itu. Pemuda berumur tiga
    puluh
    tahun itu bertambah terkejut tatkala melihat tulisan-tulisan "aneh"
    dalam
    buku itu. Rasanya ia pernah mengenal tulisan seperti itu dahulu.
    Namun, sekarang tak pernah dilihatnya di bumi Spanyol.
    Akhirnya, Roberto duduk disamping sang ustadz yang telah melepas
    nafas-nafas terakhirnya. Wajah bengis sang algojo kini diliputi tanda
    tanya
    yang dalam. Mata Roberto rapat terpejam. Ia berusaha keras mengingat
    peristiwa yang dialaminya sewaktu masih kanak-kanak.

    Perlahan, sketsa masa lalu itu tergambar kembali dalam ingatan
    Roberto.
    Pemuda itu teringat ketika suatu sore di masa kanak-kanaknya terjadi
    kericuhan besar di negeri tempat kelahirannya ini.

    ************ ********* ********* ********* ********* ******

    Sore itu ia melihat peristiwa yang mengerikan di lapangan Inkuisisi
    (lapangan tempat pembantaian kaum muslimin di Andalusia ). Di tempat
    itu
    tengah berlangsung pesta darah dan nyawa. Beribu-ribu jiwa tak
    berdosa
    berjatuhan di bumi Andalusia . Di hujung kiri lapangan, beberapa puluh
    wanita berhijab (jilbab)digantung pada tiang-tiang besi yang
    terpancang
    tinggi. Tubuh mereka bergelantungan tertiup angin sore yang kencang,
    membuat pakaian muslimah yang dikenakan berkibar-kibar
    di udara. Sementara, ditengah lapangan ratusan pemuda Islam dibakar
    hidup-hidup pada tiang-tiang salib, hanya karena tidak mau memasuki
    agama
    yang dibawa oleh para rahib.

    Seorang bocah laki-laki mungil tampan, berumur tujuh tahunan, malam
    itu
    masih berdiri tegak di lapangan Inkuisisi yang telah senyap.
    Korban-korban
    kebiadaban itu telah syahid semua. Bocah mungil itu mencucurkan air
    matanya
    menatap sang ibu yang terkulai lemah ditiang gantungan.
    Perlahan-lahan
    bocah itu mendekati tubuh sang ummi yang sudah tak bernyawa, sembari
    menggayuti ibunya. Sang bocah
    berkata dengan suara parau, "Ummi, ummi, mari kita pulang. Hari telah
    malam, bukankah ummi telah berjanji malam ini akan mengajariku lagi
    tentang
    alif, ba, ta, tsa....? Ummi,cepat pulang ke rumah ummi..." Bocah
    kecil itu
    akhirnya menangis keras, ketika sang ummi tak jua menjawab ucapannya.
    Ia
    semakin bingung dan takut, tak tahu harus berbuat apa. Untuk pulang
    ke
    rumah pun ia tak tahu arah.

    Akhirnya bocah itu berteriak memanggil bapaknya " Abi...Abi... Abi..."
    Namun, ia segera terhenti berteriak memanggil sang ba pak ketika
    teringat
    kemarin sore bapaknya diseret dari rumah oleh beberapa orang
    berseragam.

    "Hai...siapa kamu?!" teriak segerombolan orang yang tiba-tiba
    mendekati
    sang bocah. "Saya Ahmad Izzah, sedang menunggu Ummi..." jawab sang
    bocah
    memohon belas kasih. "Hah...siapa namamu bocah, coba ulangi!" bentak
    salah
    seorang dari mereka. "Saya Ahmad Izzah..." sang bocah kembali
    menjawab
    dengan agak grogi. Tiba-tiba plak! sebuah tamparan mendarat dipipi
    sang
    bocah. "Hai bocah...! Wajahmu bagus tapi
    namamu jelek. Aku benci namamu. Sekarang kuganti namamu dengan nama
    yang
    bagus. Namamu sekarang 'Adolf Roberto' ..Awas! Jangan kau sebut lagi
    namamu
    yang jelek itu. Kalau kau sebut lagi nama lamamu itu, nanti akan
    kubunuh!"
    ancam laki2 itu. Sang bocah meringis ketakutan, sembari tetap
    meneteskan
    air mata. Anak laki-laki mungil itu hanya menurut ketika gerombolan
    itu
    membawanya keluar lapangan
    Inkuisisi. Akhirnya bocah tampan itu hidup bersama mereka.

    ************ ********* ********* ********* ********* *******

    Roberto sedar dari renungannya yang panjang. Pemuda itu melompat ke
    arah
    sang tahanan. Secepat kilat dirobeknya baju penjara yang melekat pada
    tubuh
    sang ustadz. Ia mencari-cari sesuatu di pusar laki-laki itu. Ketika
    ia
    menemukan sebuah 'tanda hitam' ia berteriak histeris,
    "Abi...Abi.. .Abi..."
    Ia pun menangis keras, tak ubahnya seperti Ahmad Izzah dulu.

    Fikirannya terus bergelut dengan masa lalunya. Ia masih ingat betul,
    bahwa
    buku kecil yang ada di dalam menggamannya adalah Kitab Suci milik
    bapanya,
    yang dulu sering dibawa dan dibaca ayahnya ketika hendak
    menidurkannya. Ia
    jua ingat betul ayahnya mempunyai'tanda hitam' pada bahagian pusar.
    Pemuda
    beringas itu terus meraung dan memeluk erat tubuh renta nan lemah.
    Tampak
    sekali ada penyesalan yang amat dalam atas ulahnya selama
    ini.Lidahnya yang
    sudah berpuluh -puluh tahun alpa akan Islam, saat itu dengan spontan
    menyebut, "Abi.. aku masih ingat alif, ba, ta, tsa..." Hanya sebatas
    kata
    itu yang masih terekam dalam benaknya.

    Sang ustadz segera membuka mata ketika merasakan ada tetesan hangat
    yang
    membasahi wajahnya. Dengan tatapan samar dia masih dapat melihat
    seseorang
    yang tadi menyiksanya habis-habisan kini tengah memeluknya.

    "Tunjuki aku pada jalan yang telah engkau tempuhi Abi,tunjukkan aku
    pada
    jalan itu..." Terdengar suara Roberto memelas. Sang ustadz tengah
    mengatur
    nafas untuk berkata-kata, ia lalu memejamkan matanya. Air matanya pun
    turut
    berlinang. Betapa tidak, jika sekian puluh tahun kemudian, ternyata
    ia
    masih sempat berjumpa dengan buah hatinya, di tempat ini. Sungguh tak
    masuk
    akal. Ini semata-mata bukti
    kebesaran Allah.

    Sang Abi dengan susah payah masih bisa berucap." Anakku, pergilah
    engkau ke
    Mesir. Disana banyak saudaramu. Katakan saja bahwa engkau kenal
    dengan
    Syaikh Abdullah Fattah Ismail Al-Andalusy. Belajarlah engkau di
    negeri
    itu," Setelah selesai berpesan sang ustadz menghembuskan nafas
    terakhir
    dengan berbekal kalimah indah "Asyahadu anla Illaaha
    ilallah,waasyhadu anna
    Muhammad Rasullullah. ." Beliau pergi dengan menemui Rabbnya dengan
    tersenyum, setelah sekian lama berjuang dibumi yang fana ini.

    Kini Ahmad Izzah telah menjadi seorang alim di Mesir.
    Seluruh hidupnya dibaktikan untuk agamanya, 'Islam', sebagai ganti
    kekafiran yang di masa muda sempat disandangnya. Banyak pemuda Islam
    dari
    berbagai penjuru berguru dengannya... " Al-Ustadz Ahmad Izzah
    Al-Andalusy.

    Benarlah firman Allah..."Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada
    agama
    Allah, tetaplah atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia
    menurut
    fitrahnya itu. Tidak ada perubahan atas fitrah Allah. Itulah agama
    yang
    lurus,tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." (QS 30:30) 
     


    Posted at 12:26 pm by creepeac
    (1) org kasih Komentar  

    Tuesday, August 12, 2008
    MUHASABAH

    Penulis : Al-Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah

    Muhasabah (introspeksi) pada jiwa ada dua macam: sebelum beramal dan setelah beramal.
    Muhasabah sebelum beramal yaitu hendaknya seseorang menahan diri dari keinginan dan tekadnya untuk beramal, tidak terburu-buru berbuat hingga jelas baginya bahwa jika ia mengamalkannya akan lebih baik daripada meninggalkannya.
    Al-Hasan rahimahullah mengatakan: “Semoga Allah merahmati seorang hamba yang berhenti (untuk muhasabah) saat bertekad (untuk berbuat sesuatu). Jika (amalnya) karena Allah, maka ia terus melaksanakannya dan jika karena selain-Nya ia mengurungkannya.”
    Sebagian mereka (ulama) menjabarkan ucapan beliau seraya mengatakan: “Jika jiwa tergerak untuk mengerjakan suatu amalan dan seorang hamba bertekad melakukannya, maka ia (mestinya) berhenti sejenak dan melihat, apakah amalan itu dalam kemampuannya atau tidak? Jika tidak dalam kemampuannya maka tidak dilakukan, tapi kalau mampu maka ia berhenti lagi untuk melihat apakah melakukannya lebih baik daripada meninggalkannya atau (bahkan) meninggalkannya lebih baik?
    Kalau (keadaannya adalah) yang kedua maka ia tidak melakukannya. Kalau yang pertama maka ia berhenti untuk ketiga kalinya dan melihat: apakah pendorongnya adalah keinginan mendapatkan wajah Allah Subhanahu wa Ta'ala dan pahalanya atau sekedar kedudukan, pujian dan harta dari makhluk? Kalau yang kedua maka ia tidak melakukannya walaupun akan menyampaikan pada keinginannya, agar supaya jiwa tidak terbiasa berbuat syirik dan tidak terasa ringan untuk beramal demi selain Allah Subhanahu wa Ta'ala. Karena seukuran ringannya dalam beramal untuk selain Allah Subhanahu wa Ta'ala, seukuran itu pula beratnya dalam beramal untuk Allah Subhanahu wa Ta'ala, hingga hal itu menjadi sesuatu yang paling berat buatnya.
    Kalau ternyata pendorong amalnya adalah karena Allah Subhanahu wa Ta'ala, maka ia berhenti lagi dan melihat: apakah ia akan dibantu dan ia dapati orang-orang yang membantunya –jika amalan itu memang membutuhkan bantuan orang lain– atau tidak ia dapatkan? Kalau tidak didapati yang membantu, hendaknya ia menahan dari amalan tersebut. Sebagaimana Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menahan diri untuk berjihad ketika di Makkah hingga beliau mendapatkan orang yang membantunya dan punya kekuatan. Kalau ia mendapatkan orang yang membantu, maka lakukanlah, niscaya ia akan ditolong. Dan keberhasilan tidak akan lepas kecuali dari orang yang melewatkan satu perkara dari perkara-perkara tadi. Jika tidak, maka dengan terkumpulnya semua perkara itu niscaya takkan lepas keberhasilannya.”
    Demikian empat keadaan yang seseorang butuh untuk memuhasabah jiwanya sebelum beramal. Tidak semua yang ingin dilakukan oleh seorang hamba itu mampu dilakukan, dan tidak setiap yang mampu dilakukan itu berarti melakukannya lebih baik daripada meninggalkannya. Dan tidak setiap yang demikian itu ia lakukan karena Allah Subhanahu wa Ta'ala. Tidak pula setiap yang dilakukan karena Allah Subhanahu wa Ta'ala, ia akan mendapatkan bantuan. Maka jika ia bermuhasabah pada dirinya, akan jelas baginya apa yang dilakukan dan apa yang akan ditinggalkan.
    Berikutnya adalah muhasabah setelah beramal, terbagi dalam tiga macam:
    Pertama: muhasabah pada amal ketaatan yang ia tidak memenuhi hak Allah padanya, di mana ia tidak melakukannya sebagaimana semestinya.
    Hak Allah Subhanahu wa Ta'ala pada sebuah amal ketaatan ada enam: ikhlas dalam beramal, niat baik kepada Allah, mengikuti Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, berbuat baik padanya, mengakui nikmat Allah Subhanahu wa Ta'ala padanya, menyaksikan adanya kekurangan pada dirinya dalam beramal. Setelah itu semua maka ia memuhasabah dirinya, apakah ia memenuhi hak-hak itu dan apakah ia melakukannya ketika melakukan ketaatan itu?
    Kedua: muhasabah jiwa dalam setiap amalan yang lebih baik ditinggalkan daripada dikerjakan.
    Ketiga: muhasabah jiwa dalam perkara yang mubah atau yang biasa. Mengapa ia melakukannya? Apakah ia niatkan karena Allah dan negeri akhirat, sehingga ia beruntung? Atau ia inginkan dengannya dunia dan balasannya yang cepat sehingga ia kehilangan keberuntungan itu?
    Orang yang membiarkan amalnya, tidak bermuhasabah, berlarut-larut serta memudah-mudahkan perkaranya, sungguh ini akan menyampaikan dirinya kepada kebinasaan. Inilah kondisi orang-orang yang tertipu. Ia pejamkan dua matanya untuk melihat akibat amalannya, membiarkan berlalu keadaannya dan hanya bersandar pada ampunan, sehingga ia tidak bermuhasabah dan tidak melihat akibat amalnya. Kalau ia lakukan itu maka akan mudah melakukan dosa, merasa tenang dengannya, dan akan kesulitan menghindarkan diri dari dosa. Kalau ia sadari tentu akan tahu bahwa menjaga (diri dari dosa) itu lebih gampang daripada menghindari dan meninggalkan sesuatu yang menjadi kebiasaan.
    Pokok dari muhasabah adalah: ia memuhasabah dirinya. Terlebih dahulu pada amalan wajib, kalau ia ingat ada kekurangan pada dirinya maka segera menutupinya, mungkin dengan meng-qadha atau memperbaikinya. Lalu ia memuhasabah pada amalan-amalan yang terlarang. Kalau ia tahu bahwa ia (telah) melakukan sebuah perbuatan terlarang, segera ia susul dengan taubat, istighfar, dan melakukan amalan yang menghapusnya. Lalu memuhasabah dirinya pada kelalaiannya, kalau ternyata ia telah lalai dari tujuan penciptaan dirinya, segera ia susul dengan dzikrullah dan menghadapkan dirinya kepada Allah. Lalu ia muhasabah pada tutur katanya, pada amalan yang kakinya melangkah ke suatu tempat, atau pada apa yang dilakukan oleh kedua tangannya, dan pada perkara yang didengar oleh kedua telinganya; apa yang engkau niatkan dengan ini? Demi siapa engkau melakukannya? Bagaimana engkau melakukannya?
    Hendaknya ia pun tahu bahwa pasti akan dihamparkan dua catatan untuk setiap gerakan dan kata. Yaitu untuk siapa kamu melakukannya dan bagaimana kamu melakukannya? Yang pertama adalah pertanyaan tentang keikhlasan dan yang kedua adalah pertanyaan tentang mutaba’ah. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

    ÝóæóÑóÈøößó áóäóÓúÃóáóäøóåõãú ÃóÌúãóÚöíäó. ÚóãøóÇ ßóÇäõæÇ íóÚúãóáõæäó

    “Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua, tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu.” (Al-Hijr: 92-93)

    ÝóáóäóÓúÃóáóäøó ÇáøóÐöíäó ÃõÑúÓöáó Åöáóíúåöãú æóáóäóÓúÃóáóäøó ÇáúãõÑúÓóáöíäó. ÝóáóäóÞõÕøóäøó Úóáóíúåöãú ÈöÚöáúãò æóãóÇ ßõäøóÇ ÛóÇÆöÈöíäó

    “Maka sesungguhnya Kami akan menanyai umat-umat yang telah diutus rasul-rasul kepada mereka dan sesungguhnya Kami akan menanyai (pula) rasul-rasul (Kami). Maka sesungguhnya akan Kami kabarkan kepada mereka (apa-apa yang telah mereka perbuat), sedang (Kami) mengetahui (keadaan mereka), dan Kami sekali-kali tidak jauh (dari mereka).” (Al-A’raf: 6-7)

    áöíóÓúÃóáó ÇáÕøóÇÏöÞöíäó Úóäú ÕöÏúÞöåöãú æóÃóÚóÏøó áöáúßóÇÝöÑöíäó ÚóÐóÇÈðÇ ÃóáöíãðÇ

    “Agar Dia menanyakan kepada orang-orang yang benar tentang kebenaran mereka dan Dia menyediakan bagi orang-orang kafir siksa yang pedih.” (Al-Ahzab: 8)
    Jika orang-orang yang jujur ditanya dan dihitung amalnya, maka bagaimana dengan orang-orang yang berdusta?
    Qatadah rahimahullah mengatakan: “Dua kalimat, yang akan ditanya dengannya orang-orang terdahulu maupun yang kemudian. Apa yang kalian ibadahi? Dengan apa kamu sambut para rasul? Yakni ditanya tentang sesembahannya dan tentang ibadahnya.”
    Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

    Ëõãøó áóÊõÓúÃóáõäøó íóæúãóÆöÐò Úóäö ÇáäøóÚöíãö

    “Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).” (At-Takatsur: 8)
    Muhammad ibnu Jarir rahimahullah mengatakan: Allah mengatakan: “Kemudian pasti Allah akan bertanya kepada kalian tentang nikmat yang kalian mendapatkannya di dunia, apa yang kalian lakukan dengannya? Dari jalan mana kalian sampai kepadanya? Dengan apa kalian mendapatkannya? Apa yang kalian perbuat padanya?”
    Qatadah rahimahullah mengatakan: Allah Subhanahu wa Ta'ala bertanya kepada setiap hamba tentang apa yang Allah Subhanahu wa Ta'ala berikan berupa nikmat-Nya dan hak-Nya.
    Kenikmatan yang ditanya itu ada dua macam:
    Pertama, nikmat yang diambil dengan cara yang halal dan dibelanjakan pada haknya, maka akan ditanya bagaimana syukurnya.
    Kedua, nikmat yang diambil tidak dengan cara yang halal dan dibelanjakan bukan pada haknya maka akan ditanya asalnya dan kemana dibelanjakan.
    Maka jika seorang hamba akan ditanya dan dihitung segala amalnya sampai pada pendengarannya, penglihatannya dan qalbunya sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

    æóáÇó ÊóÞúÝõ ãÇó áóíúÓó áóßó Èöåö Úöáúãñ Åöäøó ÇáÓøóãúÚó æóÇáúíóÕóÑó æóÇáúÝõÄóÇÏó ßõáøõ ÃõæáóÆößó ßÇóäó Úóäúåõ ãóÓúÆõæáÇð

    “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (Al-Isra: 36)
    Maka sangatlah pantas ia bermuhasabah atas dirinya sebelum ditanya dalam hisab/ perhitungan amal.
    Yang menunjukkan wajibnya bermuhasabah pada jiwa adalah firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

    íóÇ ÃóíøõåóÇ ÇáøóÐöíäó ÂãóäõæÇ ÇÊøóÞõæÇ Çááøóåó æóáúÊóäúÙõÑú äóÝúÓñ ãóÇ ÞóÏøóãóÊú áöÛóÏò æóÇÊøóÞõæÇ Çááøóåó Åöäøó Çááøóåó ÎóÈöíÑñ ÈöãóÇ ÊóÚúãóáõæäó

    “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al-Hasyr: 18)
    Allah Subhanahu wa Ta'ala mengatakan: Seseorang dari kalian hendaknya melihat amalan-amalan yang ia lakukan untuk hari kiamat, apakah amal shalih yang menyelamatkannya ataukah amal jelek yang membinasakannya?
    Qatadah rahimahullah mengatakan: Masih saja Allah mendekatkan hari kiamat sehingga menjadikannya seolah esok hari.
    Maksud dari pembahasan ini adalah bahwa kebaikan qalbu adalah dengan muhasabah jiwa, dan rusaknya adalah dengan melalaikannya dan membiarkannya.
    (Diterjemahkan dari Ighatsatul Lahafan, hal. 90-93 dengan sedikit ringkasan oleh Al-Ustadz Qomar Suaidi, Lc)

    Posted at 07:07 am by creepeac
    kasih komentar  

    Friday, September 15, 2006
    Pernahkah Allah mengutuk Manusia

    “Orang-orang yang merusak janji Allah setelah diikrarkan dengan teguh dan memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan mengadakan kerusakan di bumi, orang-orang itulah yang memperoleh kutukan dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk (Jahannam).” (QS 13:25)

     

    Pernahkah Allah mengutuk manusia?

     

    Manusia saja bila mengutuk manusia bisa membuat menderita manusia yang dikutuknya. Bagaimana kalau Allah yang maha berkuasa mengutuk mahluknya yang memang pantas mendapatkannya.  Maka yang terjadi adalah bencana2 di mana2.

     

    Dilihat dari ayat di atas jelas bahwa Allah bisa mengutuk manusia bila manusia itu telah benar2 melakukan hal-hal yang tidak diridhoi olah Allah swt, bahkan balasannya nanti di akhirat adalah tempat kediaman yang sangat buruk yaitu neraka jahanam.

     

    Siapa saja org yang dikutuk oleh Allah?

     

    1.                  Orang yang mengingkari janji Allah.

     

    Para pemimpin yang mengingkari janji2 pd rakyatnya , selama dia tdk bisa melaksanakan janjinya maka dia adalah berhutang. Karena janji adalah utang.Sudah banyak orang2 yang mengumbar janji2 setiap ada pemilihan2 pemimpin, baik di tingkat daerah maupun di tingkat pusat. Tapi nyatanya mana ,? Setelah mereka duduk di kursi yang empuk dengan segala fasilitas yang mewah maka lupa akan janji2 tersebut atau memang tujuannya adalah hanya untuk melancarkan menuju jabatan2 yang dikhendaki. Banyak yang pinter berbicara tapi tak pandai melaksanakannya. Semoga di bulan Ramadhan ini diberikan petunjuk dan kesadaran akan janji2 dan segera melaksanakan amanat yang diemban dengan sebaik-baiknya

     

    2.                  Orang yang memutuskan hubungan silaturahim.

     

    Para pemuka agama antar umat Islam saling gontok2 an, saling merasa dirinya benar sehingga terjadi perpecahan diantara umat Islam itu sendiri. Bukannya menambah atau menyambung silaturahim yang putus tapi sebaliknya malah menjadikan umat Islam sendiri tercerai berai. Masih ribut masalah tarawih yang 11 rakaat dan yang 23 rakaat. Se harusnya yang dibahas adalah bagaimana yang tadinya tdk sholat  menjadi rajin sholat. Jangan meributkan org2 yang sdh biasa menjalankan sholat. Semoga dengan datangnya bulan Ramadhan yang suci ini , Umat Islam akan bersatu dan sadar akan kekhilafan dan saling menghormati pendapat diantara perbedaan dalam penafsiran agama Islam itu sendiri.

     

    3.                  Orang yang membuat kerusakan di bumi    

     

    Orang2 semakin banyak yang merusak bumi , hutan digunduli tanpa di tanam kembali, pencemaran lingkungan oleh limbah2. Perusakan hutan lindung yang merupakan penyangga air dikala hujan, dan menyimpan air dikala terjadi kekeringan. Maka jangan heran bila terjadi bencana di sana sini. Banjir ,gempa, tsunami, Lumpur Lapindo dll. Selain itu banyak yang lupa memberikan Zakat mal.Padahal bila org tdk memberikan zakat maka tunggu saja cepat atau lambat akan merasakan akibatnya. Banyak org kaya yang sakit hingga bisa menghabiskan hartanya itu sendiri. Sehingga lama2 harta habis dan penyakit tdk sembuh2 Naudzubillah.

     

    Semoga di bulan Ramadhan ini semuanya bisa terselesaikan masalah2 yang kita hadapi, dengan memohon ampun dan diberikan kemudahan dalam segala hal. Orang yang bertaqwa akan diberi kemudahan dan jalan keluar bahkan rezeki yang tdak disangka-sangka. Tidak ada yang tak mungkin Bila Allah menghendaki dan meridhoi hambanya yang taqwa.  

     

     


    Posted at 02:24 pm by creepeac
    kasih komentar  

    Tuesday, August 08, 2006
    Harapan

    Apakah yg kita harapkan semua itu harus terwujud?
    Siapkah kita , bila harapan itu kandas bahkan sirna ...???
    Harapan adalah sebuah mimpi yang mendekati kenyataan,
    Berharap sesuatu yg tak pasti atau tak mungkin ..akan membuang-buang waktu saja.
    Perubahan dari mimpi menjadi harapan perlu perjuangan dan kerja yang nyata.
    Hidup tanpa harapan akan terasa hampa.
    Tumbuhkanlah harapan-harapan baru dikala satu harapan tak tercapai.
    Yang membuat orang berharap-harap cemas , dikala harapan itu menjadi pertanyaan ....antara Ya dan tdk,  mungkin dan tak mungkin.
    Semuanya berkecamuk dalam benak kita, sampai ada kepastian dan takdir dari Yang Maha Mengatur Segala Urusan makhluknya ........!!
     
    Bagi orang yang beriman semuanya adalah ..............no problemoo......
    I HOPE  U TOO

    Posted at 12:38 pm by creepeac
    (1) org kasih Komentar  

    Friday, April 28, 2006
    Renungan Jum'at


    Ada seorang pemuda yang lama sekolah di negeri  paman Sam kembali ke tanah air. Sesampainya dirumah ia  meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang Guru agama, Kiai atau siapapun yang bisa menjawab 3 pertanyaannya. Akhirnya Orang tua pemuda itu  mendapatkan orang tersebut.


    Pemuda: Anda siapa? Dan apakah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?
    Kyai : Saya hamba Alloh dan dengan izin-Nya saya  akan menjawab pertanyaan anda

    Pemuda: Anda yakin? sedang Profesor dan banyak orang pintar saja tidak mampu menjawab pertanyaan saya.
    Kyai : Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya
    Pemuda: Saya punya 3 buah pertanyaan
    1.
    Kalau memang Tuhan itu ada, tunjukan wujud Tuhan kepada saya.
    2. Apakah yang dinamakan Takdir .
    3. Kalau syetan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat syetan. Sebab mereka memiliki unsur yang sama. Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu?
    Tiba-tiba Kyai tersebut menampar pipi si Pemuda  dengan keras.
    Pemuda (sambil menahan sakit): Kenapa anda marah  kepada saya?

    Kyai : Saya tidak marah..., Tamparan itu adalah  jawaban saya atas 3 buah pertanyaan yang anda  ajukan kepada saya
    Pemuda: Saya sungguh-sungguh tidak mengerti
    Kyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?
    Pemuda: Tentu saja saya merasakan sakit
    Kyai : Jadi anda percaya bahwa sakit itu ada?
    Pemuda: Ya
    Kyai : Tunjukan pada saya wujud sakit itu !
    Pemuda: Saya tidak bisa
    Kyai : Itulah jawaban pertanyaan pertama: Kita semua merasakan keberadaan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya.
    Kyai : Apakah tadi malam anda bermimpi akan  ditampar oleh saya?
    Pemuda: Tidak.
    Kyai : Apakah pernah terpikir oleh anda akan menerima sebuah tamparan dari saya hari ini?
    Pemuda: Tidak.
    Kyai : Itulah yang dinamakan Takdir.
    Kyai : Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda?
    Pemuda: Kulit.
    Kyai : Terbuat dari apa pipi anda?
    Pemuda: Kulit.
    Kyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?
    Pemuda: Sakit.
    Kyai : Walaupun Syeitan terbuat dari api dan Neraka  terbuat dari api, Jika Tuhan berkehendak  maka Neraka akan Menjadi tempat menyakitkan  untuk syeitan.

     

    Wassalam,



    Posted at 12:26 pm by creepeac
    (1) org kasih Komentar  

    Monday, January 16, 2006
    Apakah sudah benar segala apa yang kita lihat?

    Kalau Anda melihat dua foto di bawah ini dari tempat duduk di depan komputer Anda, si Tuan Pemarah ada di sebelah kiri dan sang Nyonya Kalem di sebelah kanan.
    Sekarang berdirilah dari tempat duduk Anda dan mundur kurang lebih 3 meter, dan Woooow!!! mereka berpindah tempat!!!!
    Illusi ini diciptakan oleh Phillipe G. Schyns dan Aude Oliva dari Universitas Glasgow.
    Membuktikan bahwa belum tentu apa yang kita lihat benar-benar ada di depan kita!!!

    Posted at 06:35 am by creepeac
    kasih komentar  

    Friday, December 30, 2005
    Renungan Tahun Baru

    Tahun 2005 akan kutinggalkan
    hari demi hari tinggalah kenangan
    Ada yang manis dan adapula yang pahit
    Semuanya itu adalah bunga dari kehidupan
    Kegagalan merupakan pelajaran yng berharga
    Yang akan membawa kita pada kedewasaan

    Tahun 2006 Insya Allah akan kulalui
    Smoga lebih baik dari tahun sebelumnya
    Lebih arif dan bijak dalam mengisi detik demi detik
    Sehingga tak ada waktu yang terbuang percuma
    Tuk mencegah penyesalan yang tak berguna

     


    Tuhan maafkanlah segala kekhilafan yang telah saya lakukan selama ini.

    Kawan maafkanlah bila ada kesalahan dan kehilafan selama tahun lalu,
    smoga kita selalu ada dalam Lindungan-Nya

    amiennn


    Posted at 08:33 am by creepeac
    (1) org kasih Komentar  

    Wednesday, February 16, 2005
    Cerita dari gunung

    Seorang bocah mengisi waktu luang dengan kegiatan mendaki gunung bersama ayahnya. Entah mengapa, tiba-tiba si bocah tersandung akar pohon dan jatuh. "Aduhh!" jeritannya memecah keheningan suasana pegunungan. Si bocah amat terkejut, ketika ia mendengar suara di kejauhan menirukan teriakannya persis sama, "Aduhh!". Dasar anak-anak, ia berteriak lagi, "Hei! Siapa kau?" Jawaban yang terdengar, "Hei! Siapa kau?" Lantaran kesal mengetahui suaranya selalu ditirukan, si anak berseru, "Pengecut kamu!" Lagi-lagi ia terkejut ketika suara dari sana membalasnya dengan umpatan serupa. Ia bertanya kepada sang ayah, "Apa yang terjadi?" Dengan penuh kearifan sang ayah tersenyum, "Anakku, coba perhatikan." Lelaki itu berkata keras, "Saya kagum padamu!" Suara di kejauhan menjawab, Saya kagum padamu!" Sekali lagi sang ayah berteriak "Kamu sang juara!" Suara itu menjawab, "Kamu sang juara!" Sang bocah sangat keheranan, meski demikian ia tetap belum mengerti. Lalu sang ayah menjelaskan, "Suara itu adalah gema, tapi sesungguhnya itulah kehidupan."

            Kehidupan memberi umpan balik atas semua ucapan dan tindakanmu. Dengan kata lain, kehidupan kita adalah sebuah pantulan atau bayangan atas tindakan kita. Bila kamu ingin mendapatkan lebih banyak cinta di dunia ini, ya ciptakan cinta di dalam hatimu.Bila kamu menginginkan tim kerjamu punya kemampuan tinggi, ya tingkatkan kemampuan itu. Hidup akan memberikan kembali segala sesuatu yang telah kau berikan kepadanya. Ingat, hidup bukan sebuah kebetulan tapi sebuah bayangan dirimu


    Posted at 12:11 pm by creepeac
    (2) org kasih Komentar  

    Monday, January 03, 2005
    hakikat cinta

    cinta hakiki ada padaNya

    mencintaiNya takkan membuatmu terluka

    seperti apapun kau mengkhianatiNya

    maafNya kan slalu ada

    hanya cintaNya yg slalu terangi jalanmu

    mencintaiNya takkan membuatmu kehilangan arah

    mencintaiNya kan slalu membuatmu merasa dekat denganNya

    cintaNya takkan membuatmu kecewa

    karena segala janjiNya adalah nyata


    by Tina


    Posted at 12:12 pm by creepeac
    (3) org kasih Komentar  

    Next Page